Senin, 30 Maret 2009

Benarkah TUHAN lebih dekat dari urat nadi leher kita?

Keyakinan dan kepercayaan terhadap ke'dekat'an Tuhan kepada makhluknya telah menjadi pembahasan dan diimani selama berabad-abad lamanya. Berbagai aliran telah tumbuh dengan mengatasnamakan keyakinan dan kepercayaan tersebut. Namun pertanyaan mendasar yang harus kita pahami adalah.....
Bagaimana sebenarnya ke'dekat'an Tuhan kepada makhluknya? seberapa dekat kah Tuhan? dalam bentuk apakah kedekatan itu? dan masih banyak pertanyaan yang harus dijawab...belum lagi pertanyaan bahwa berarti Tuhan 'menyatu' dengan makhluknya....dan lain sebagainya...
Memang BENAR bahwa Tuhan lebih dekat dari urat nadi leher makhluknya (manusia) dan makhluk lainnya. Tidak hanya manusia Tuhan 'dekat' bahkan ada lebih dekat lagi....
Penjelasan sederhananya begini :
apabila kita ditanya, "apa yang lebih besar dari seluruh jagat raya dan seisinya?" maka jawab kita adalah SANG PENCIPTA atau TUHAN itu sendiri.
Namun apabila kita bertanya apa yang paling paling paling kecil yang menyusun seluruh makhluk di jaga raya ini?
berbagai macam jawaban yang muncul...mulai dari Sel...inti sel...atom..inti atom..proton...neutron..elektron...inti neutron...inti proton ....dan lain sebagainya sampai ilmu pengetahuan terbaru menyebutkan bahwa sesuatu terkecil yang menyusun inti dari inti atom adalah yang disebut string..
manusia baru bisa tahu sampai di situ saja...ada sesuatu yang menggetarkan inti dari inti atom. Namun manusia belum tahu apa itu..yang jelas ada sesuatu yang bergetar. pertanyaan selanjutnya adalah, kalau sesuatu yang sangatsangat sangat sangat kecil itu bergetar berarti ada benda yang bergetar dan ruang untuk bergetar, dengan kata lain ada 'sesuatu' yang lain yang lebh kecil lagi yang menyusun string tersebut...
Terus akan ada pertanyaan selanjutnya apa yang menyusun benda terkecil itu, dan seterusnya, sampai akan bertemu dengan jawaban, TUHAN lah unsur yang menyusun semua makhluknya. Hanya TUHAN lah yang mampu membentuk semua itu tersusun dengan begitu baiknya dengan bermacam sistem kerja yang sangat rumit dan kompleks. TUHAN lah yang lebih dekat dari urat nadi leher manusia. TUHAN ada di kepala manusia, TUHAN ada di kulit manusia, jantung, paru-paru, tangan, kaki, dan seluruh ciptaanNYA.
Dengan demikian maka TUHAN ada dimana-mana, ada di semua makhluknya, semua ciptaanNYA. TUHAN tidak pernah melewatkan sedetik pun untuk tahu tentang makhlukNYA. TUHAN menjaga setiap waktu. TUHAN mengetahui setiap saat apa yang dikerjakan dan dilakukan makhluknya. TUHAN lah yang menggerakkan semua makhluk.
Jadi memang BENAR bahwa TUHAN ada dekat bahkan lebih dekat pada setiap makhluk ciptaanNYA.

Sabtu, 28 Februari 2009

IMAN dan persepsi agama

Iman sering sekali dihubungkan dengan agama. Agama didasari oleh iman. Saat seseorang beriman maka dia akan beragama, begitu juga sebaliknya apabila seseorang beragama maka dia harus beriman. Tentu saja ber-iman terhadap Tuhan.
Sebenarnya ada 2 hal berbeda antara iman sendiri dengan iman dan agama.
Hal pertama adalah Iman merupakan persepsi dasar manusia dari apa yang dilihat, didengar, dipikir, dan dirasakan. Sehingga dalam beriman siapapun dia, akan mempunyai hak untuk menentukan jalan apa (agama) yang akan ditempuhnya sesuai dengan apa yang diimaninya. Seorang yang beriman akan mampu dengan sadar secara logis dan rasional memilih jalan hidup untuk mencari sesuatu yang diimaninya atau memahami lebih dalam tentang apa yang diimaninya.
Hal yang kedua adalah banyaknya pengetahuan seseorang tentang agamanya tidak menunjukkan keimanan dia sesungguhnya. Ritual yang dilakukan dalam agama sama sekali tidak dapat ditarik kesimpulan terkait dengan iman seseorang. Banyak lah kita temui seseorang yang ritual agamanya begitu sangat banyak, hampir-hampir sepertinya dia adalah seorang yang sangat alim, namun saat ditanyakan mengapa dia beragama apakah atas dasar iman yang logis dan realistis? sangat disaksikan kebenarannya.
Untuk apa melakukan ritual agama kalau hanya memikirkan balasan kebaikannya. Dimana letak iman di situ? karena hal ini berarti ritual agama dilakukan bukan karena seseorang itu mengerti tentang apa yang dikerjakannya, namun karena imbalan yang diharapkannya. Atau malah mungkin ritual agama dilakukan karena takut akan mendapat siksa, sehingga Tuhan diibaratkan seperti Algojo yang selalu siap untuk memberikan siksaan bagi manusia yang tidak mengerjakan seperti apa yang disebut dalam agama. Sungguh menyedihkan.......
Seseorang yang beriman akan tahu tentang apa yang dilakukannya karena iman tersebut. Dan harus berkata 'karena iman yang saya punya, maka saya mengerjakan ini, dan karena iman saya pula maka saya tidak mengerjakan ini'.
Namun demikian banyak sekali orang-orang yang mengaku mengerti tentang ajaran agama, namun dalam memberikan pengertian isi agama itu sendiri masih JAUUUUUUH dari mendidika seseorang untuk mengerti dan beriman dengan apa yang disebutkan dalam agama. Harus lah disadari dan diterima bahwa selama ini masih banyak orang-orang yang mengaku mengerti tentang agama memberikan pengajaran tentang agama sebatas teks nya saja dan disampaikan secara MAGIS-MISTIS. Tuhan dianggap tidak mempunyai kekuatan apa-apa yang mampu menciptakan sesuatu secara logis, Tuhan sepertinya kekuatanNya adalah kekuatan sihir, yang tiba-tiba saja kemudian ada, tanpa ada penjelasan yang realistis terhadap ciptaanNya. Tampak pula larangan dan perintahNya disampaikan seakan-akan Tuhan selalu menyuruh dan melarang tanpa suatu penjelasan yang masuk akal....
Jadi iman merupakan dasar yang vital dalam seseorang melakukan dan memahami agamanya. Iman menjadi tolak ukur kedalam seseorang terhadap agamanya.

Ronny3w